Bandara baru di Jogja belum mempunyai nama???

tribunjogja.com

Assalamualaikum wr.wb.

Salam istimewa.

Pembangunan Bandara baru Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki proses pembayaran ganti rugi lahan. Namun hingga kini, pembangunan bandara yang akan menggantikan Bandara Adisutjipto tersebut belum memiliki nama. Pimpinan Proyek Bandara Kulonprogo R. Sujiastono mengatakan, hingga saat ini belum ada nama pasti dari bandara baru yang berlokasi di Kulon Progo tersebut. Sementara ini, New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang digunakan sebagai nama proyek. “Kita belum tahu (nama dan ikon). (NYIA) itu nama proyek kita. Nama bandara baru belum ditentukan,” ujar dia di Balai Desa Glagah, Kulon Progo, seperti dikutip Kamis (15/9/2016). Meski demikian, dia mengakui sudah ada beberapa usulan nama yang masuk. Namun, sejauh ini belum ada keputusan apapun. Pihaknya menyebut jika nama bandara ini dapat disesuaikan dengan nama komersil bandara.

Nantinya, Bandara Internasional Yogyakarta yang ada di Kulonprogo yang dibangun di atas lahan seluas 587 hektare. Pada tahap I atau pada 2020 hingga 2031, bandara ini akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi berkapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun, dengan runway sepanjang 3.250 meter, dan apron berkapasitas 35 unit pesawat.

Pada pengembangan tahap II yaitu pada 2031 hingga 2041, terminal akan dikembangkan menjadi 195 ribu meter persegi yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun, runway 3.600 meter, dan apron yang bisa diparkiri hingga 45 unit pesawat.

‎”Pihak Angkasa Pura I telah menyiapkan investasi hingga Rp 9,3 triliun dan bandara ini ditargetkan selesai pada 2019,” tegas Danang.

Seperti diketahui, dimulainya pembangunan bandara Kulonprogo di lahan seluas 587 hektare tersebut ditandai dengan prosesi ‘Babat Alas Nawung Kridha’ berupa peletakan batu merah, yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Hadir dalam peresmian tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Dirut Angkasa Pura I Danang S. Baskoro. Hadir pula beberapa Menteri kabinet Kerja yaitu, Mensesneg Pratikno, Menko PMK Puan Maharani, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, dan Menteri ATR Sofyan Djalil.

Prosesi Babat Alas Nawung Krido artinya adalah membuka, membersihkan, merapikan dan menata lahan yang terletak di pesisir Temon tersebut, agar siap untuk didayagunakan sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta yang akan dilakukan oleh Angkasa Pura I. (Yas/Gdn) (liputan6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *